Pos oleh :

dep_fisika

Kunjungan SMA Negeri 1 Malang di Departemen Fisika FMIPA UGM

100 siswa jurusan IPA dari SMA Negeri 1 Malang melakukan kunjungan ke Departemen Fisika FMIPA UGM. Kegiatna kunjungan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2022 ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi rasa keingintahuan dari para siswa SMA mengenai dunia perguruan tinggi, khususnya di Departemen Fisika FMIPA UGM. read more

Pameran dan Pengenalan Departemen Fisika di Arena Top Challenge of Physics (TOPCOP2022)

Babak semifinal dan final dari Kegiatan olimpiade Fisika Nasional Tingkat SMP dan SMA bertajuk TOP Challenge of Physics 2022 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika UGM (Himafi UGM) berkolaborasi dengan departemen Fisika UGM pada Sabtu, 12 November 2022. Kegiatan olimpiade tersebut diikuti oleh 100 peserta siswa SMP dan SMA untuk bersaing, memperebutkan 5 posisi finalis pada setiap jenjang. Kegiatan TOP Challenge of Physics 2022 diadakan sebagai wadah bagi para siswa untuk mengasah dan mengembangkan pengetahuan mereka di bidang fisika. read more

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Departemen Fisika: Peningkatan Minat Terhadap Sains pada Peserta Didik

Pada hari Kamis, 13 Oktober 2022 Tim dari Departemen Fisika, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Pada kesempatan ini, PkM dilaksanakan di SMPIT Salman Al Farisi Boarding School Yogyakarta yang diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 7 hingga 9.  Kegiatan ini mengambil tema “Peningkatan Minat Terhadap Sains pada Peserta Didik” dengan tujuan membangun, menumbuhkan rasa suka dan cinta terhadap Sains terutama Fisika. Selama ini, pertama kali yang terbayang dalam benak siswa-siswi SMP tentang fisika yakni hitung-hitungan dan rumus sehingga mindset tersebut perlu dirubah dengan membangun rasa ingin tahu dan eksplorasi. read more

Pendaftaran Mahasiswa Baru Program Pascasarjana

Untuk info selengkapnya dapat dilihat disini

Seminar Rebon: Giant Magnetoresistance: Basic Concepts, Trends, and Application for Biosensor

Sejak fenomenanya ditemukan pertama kali oleh Allbert Fert (Perancis) dan Peter Grünberg (Jerman) pada tahun 1988, efek GMR telah merevolusi berbagai bidang teknologi seperti deteksi medan magnet, dan penyimpanan data. Setelah kesuksesan aplikasinya untuk kedua bidang tersebut, transduser berbasis GMR semakin dilirik untuk dijadikan sebagai kandidat bio-sensor yang bersifat real-time dan portabel. Sementara itu, bersamaan dengan semakin majunya pabrik chip, transduser berbasis GMR ini telah berkembang ke arah ukuran yang lebih kecil dan sedang dikembangkan dalam bentuk chip. Saat ini, untuk aplikasi bio-sensor, cip GMR sedang diuji cobakan untuk pendeteksian berbagai jenis biomolekul. read more

Seminar Rebon: Mengenal Lebih Dekat Vein Network

Dua jenis deformasi batuan, ductile and brittle, mempunyai sejarah perubahan strain tersendiri meski mengalami stress yang sama. Vein (mineral-mineral yang mengisi retakan-retakan batuan), dapat mencerminkan sifat ductile, dan brittle atau semi-brittle ductile ketika batuan mengalami deformasi, dan kinematika patahan. Dalam seminar rutin ini, akan disajikan kumpulan foto-foto epic dari vein-vein pada bongkah-bongkah batuan yang berumur 256 juta sampai 30 juta tahun lalu. Bongkah-bongkah tua yang merekam stress lampau (paleostress), yang juga dapat di gunakan dalam menjelaskan fenomena pola-pola patahan yang sekarang. read more

Publikasi Jurnal: Hybrid Learning Method Based on Feature Clustering and Scoring for Enhanced COVID-19 Breath Analysis by an Electronic Nose

Shidiq Nur Hidayat, Trisna Juliana, Agus Budi Dharmawana, Mayumi Puspita, Lily Chandra, Abdul Rohman, Madarin Julia , Aditya Rianjanu, Dian Kesumapramudya Nurputra, Kuwat Triyana , Hutomo Suryo Wasisto
https://doi.org/10.1016/j.artmed.2022.102323
Journal : Artificial Intelligence in Medicine
Volume 129, July 2022, 102323

Abstract

Breath pattern analysis based on an electronic nose (e-nose), which is a noninvasive, fast, and low-cost method, has been continuously used for detecting human diseases, including the coronavirus disease 2019 (COVID-19). Nevertheless, having big data with several available features is not always beneficial because only a few of them will be relevant and useful to distinguish different breath samples (i.e., positive and negative COVID-19 samples). In this study, we develop a hybrid machine learning-based algorithm combining hierarchical agglomerative clustering analysis and permutation feature importance method to improve the data analysis of a portable e-nose for COVID-19 detection (GeNose C19). Utilizing this learning approach, we can obtain an effective and optimum feature combination, enabling the reduction by half of the number of employed sensors without downgrading the classification model performance. Based on the cross-validation test results on the training data, the hybrid algorithm can result in accuracy, sensitivity, and specificity values of (86 ± 3)%, (88 ± 6)%, and (84 ± 6)%, respectively. Meanwhile, for the testing data, a value of 87% is obtained for all the three metrics. These results exhibit the feasibility of using this hybrid filter-wrapper feature-selection method to pave the way for optimizing the GeNose C19 performance.

Proyek Penguatan Kapasitas Masyarakat untuk Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Agung

Gunung Agung merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan karakter erupsi yang khas. Jeda waktu erupsi yang panjang di gunung ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat mempertahankan budaya kesiapsiagaan. Belajar dari respon masyarakat saat erupsi 1963 dan 2017, maka edukasi mitigasi bencana berkesinambungan menjadi hal penting dan segera. Untuk itu, lab/prodi geofisika Departemen Fisika bersama dengan MFRI Jepang dan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana menginisiasi proyek penguatan kapasitas masyarakat untuk mitigasi bencana erupsi Gunung Agung. Penandatangani Minutes of Understanding tiga pihak yg dilakukan di rektorat Universitas Udayana pada Rabu 10 Agustus 2022 menandai dimulainya proyek ini. Pendanaan proyek ini diberikan oleh skema proyek grassroot JICA dengan durasi 3 tahun.