Empat Mahasiswa Fisika UGM Ikuti Konferensi Internasional ICCMME 2026 di Tokyo, Jepang

Yogyakarta — Empat mahasiswa Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam the 11th International Conference on Composite Materials and Material Engineering (ICCMME 2026) yang diselenggarakan di Tokyo University of Science, Tokyo, Jepang, pada 28–30 Januari 2026. Pada kesempatan ini, seluruh delegasi UGM tampil sebagai oral speaker dan mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam forum ilmiah internasional.

Peserta terdiri atas dua mahasiswa Program Magister Fisika, Muhammad Rizki dan Rafli Fandu Ramadhani, serta dua mahasiswa Program Doktor Fisika, Nugraheni Puspita Rini dan Mercuryta Dewi Noviastuti. Keikutsertaan mereka mencerminkan komitmen Departemen Fisika UGM dalam mendorong penguatan kapasitas riset sekaligus perluasan jejaring kolaborasi akademik di tingkat global.

Partisipasi ini terwujud melalui pendampingan akademik Prof. Edi Suharyadi selaku supervisor sekaligus corresponding author, serta dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan tersebut memungkinkan mahasiswa untuk berkontribusi aktif dalam forum ilmiah internasional serta memperkenalkan hasil riset yang dikembangkan di lingkungan Fisika UGM.

ICCMME 2026 diselenggarakan secara kolaboratif oleh South Asia Institute of Science and Engineering (SAISE) bersama Tokyo University of Science (Jepang), Yonsei University (Korea Selatan), dan Sichuan University (Tiongkok). Konferensi ini mengangkat beragam tema strategis, meliputi material komposit, material fungsional, teknologi hijau, serta aplikasi material cerdas untuk lingkungan, sensor, dan energi berkelanjutan. Pada sesi Green Materials and Technologies for Environmental Remediation, mahasiswa doktoral Mercuryta Dewi Noviastuti mempresentasikan penelitian berjudul “Microstructural Optical Magnetic and Antibacterial Photocatalytic Properties of Green Synthesized Magnetite Carbon Dots Ferrofluids Prepared Using Plant Extracts”, yang mengkaji sifat optik, magnetik, serta aktivitas fotokatalitik antibakteri dari ferrofluida magnetit hasil sintesis ramah lingkungan. Sementara itu, Nugraheni Puspita Rini menyampaikan riset berjudul “Enhanced Photocatalytic Activity of Green-Synthesized Fe₃O₄/rGO/ZnO Nanocomposite Utilizing Plant Leaf Extracts for Antibacterial Application”, yang berfokus pada peningkatan kinerja fotokatalitik nanokomposit hijau untuk aplikasi antibakteri. Adapun pada sesi Advanced Functional Materials for Sensing and Photonics, mahasiswa magister Rafli Fandu Ramadhani mempresentasikan penelitian berjudul “Electric Field- Tuned Localized Surface Plasmon Resonance Enhancement in Green- Synthesized Silver-Based Nanocomposites for Biosensor Applications”, yang membahas penguatan resonansi plasmonik terlokalisasi pada nanokomposit perak hasil sintesis hijau untuk aplikasi biosensor. Muhammad Rizki memaparkan penelitian berjudul “Green-Synthesized Fe₃O₄/SiO₂ Nanocomposite Magnetic Labels for Magnetoresistance-Based Biosensor”, yang menitikberatkan pada pengembangan label magnetik berbasis nanokomposit untuk biosensor magnetoresistansi.

Selain sesi presentasi oral, para peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan konferensi lainnya, seperti keynote speech dan diskusi ilmiah bersama peneliti dari berbagai negara. Rangkaian kegiatan ICCMME 2026 ditutup dengan gala dinner, yang menjadi sarana silaturahmi serta penguatan jejaring akademik antar peserta dan institusi. Bagi keempat mahasiswa, partisipasi dalam ICCMME 2026 menjadi pengalaman akademik yang bermakna. “Melalui konferensi ini, kami memperoleh berbagai masukan konstruktif dari para peneliti internasional dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Diskusi ilmiah selama sesi presentasi dan tanya jawab memberikan perspektif baru terhadap pengembangan riset, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan hasil penelitian di forum internasional. Kami sangat bersyukur atas dukungan Prof. Edi Suharyadi serta LPDP yang telah memberikan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dan memperkenalkan riset Fisika UGM di tingkat global,” ungkap mereka. Melalui partisipasi ini, para mahasiswa berharap pengalaman yang diperoleh dapat memperkaya wawasan akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta mendorong semakin banyak mahasiswa Departemen Fisika UGM untuk terlibat dalam forum dan kolaborasi riset internasional guna mendukung peningkatan daya saing global di bidang sains dan teknologi.

Sumber Foto: Dokumentasi resmi ICCMME 2026 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses