Program Materials Science Pre-screening Internship 2025 yang diselenggarakan oleh Nara Institute of Science and Technology (NAIST) kembali memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk merasakan pengalaman riset langsung di lingkungan laboratorium berstandar internasional. Tahun ini, dua perwakilan dari Departemen Fisika Universitas Gadjah Mada, Larrisa Jestha Mahardhika dan Husna Ajrina, berhasil lolos seleksi dan mengikuti kegiatan onsite internship pada 24 November–6 Desember 2025 di Nara, Jepang. Larrisa telah menyelesaikan studi magisternya, sementara Husna masih berstatus mahasiswa aktif semester 4 program Magister Fisika.
Selain menjadi wadah untuk memperdalam pengalaman riset, program ini juga menjadi bagian dari proses seleksi awal (pre-screening) untuk memperoleh rekomendasi melanjutkan studi doktoral di NAIST. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi kesempatan strategis untuk menunjukkan kemampuan riset sekaligus membangun relasi akademik dengan para profesor di NAIST. Total peserta tahun ini berjumlah 12 mahasiswa dari empat negara, Indonesia, Malaysia, China, dan Filipina, dengan proses seleksi yang diawali oleh penilaian internal di perguruan tinggi mitra NAIST; di UGM, seleksi tersebut diselenggarakan oleh Fakultas MIPA sebelum berkas kandidat diteruskan dan dievaluasi lebih lanjut oleh pihak NAIST. Seluruh pembiayaan, mulai dari akomodasi hingga pemanfaatan fasilitas laboratorium, ditanggung sepenuhnya oleh NAIST.
Larrisa dan Husna menjalani rotasi riset di tiga laboratorium di bawah Divisi Materials Science sesuai bidang minat masing-masing. Selama program, Larrisa mengikuti kegiatan di Materials Informatics Laboratory, Quantum Photo-Science Laboratory, dan Bio-Process Engineering Laboratory. Ia mempelajari pemrograman Python untuk pemodelan machine learning, mengamati eksperimen fotokatalitik, mempelajari konsep dasar polariton melalui fenomena vibrational strong coupling dan melakukan analisis data menggunakan bahasa pemrograman Julia, serta mempelajari sistem microfluidics termasuk pengukuran microfluidic chip dan percobaan droplet generation. Sementara itu, Husna menjalani rotasi di Materials Informatics Laboratory, Quantum Photo-Science Laboratory, dan Solid-State Information Physics Laboratory, di mana ia diperkenalkan dengan konsep surface science, photoelectron holography, dan sistem photoelectron spectroscopy yang dikembangkan oleh kelompok riset tersebut.
Di luar kegiatan akademik pada hari kerja, para peserta memanfaatkan akhir pekan untuk mengeksplorasi budaya, sejarah dan suasana lokal di Jepang. Larrisa dan Husna mengunjungi Osaka Castle dan Nara Park, dua destinasi ikonik yang memberikan kesempatan bagi mereka menikmati atmosfer historis, arsitektur tradisional Jepang, serta pengalaman berinteraksi langsung dengan rusa-rusa yang menjadi ikon kota Nara.
Dalam kesannya, Larrisa menyampaikan bahwa program ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami pendekatan riset modern serta membuka wawasan mengenai peluang melanjutkan studi doktoral di luar negeri. “Melalui program internship ini, saya memperoleh pengalaman riset yang sangat berharga. Selama berada di NAIST, saya dapat melihat secara langsung bagaimana pendekatan riset modern dijalankan melalui kolaborasi multidisiplin, penggunaan instrumen berteknologi tinggi, serta budaya akademik yang sangat terbuka untuk diskusi. Kesempatan untuk berdialog langsung dengan para peneliti dan profesor internasional telah memperluas wawasan saya, khususnya dalam pengembangan topik riset doktoral,” ujarnya.
Husna menyampaikan apresiasi yang sejalan, pengalaman belajar langsung di laboratorium memperluas perspektifnya mengenai riset kolaboratif dan teknologi terbaru. “Kesempatan mengamati eksperimen, berdiskusi langsung dengan peneliti internasional, dan melihat langsung etos kerja serta budaya riset, dan lingkungan akademik yang disiplin di NAIST menjadi pengalaman yang sangat berharga serta memberi dorongan kuat bagi saya untuk terus meningkatkan kompetensi diri,” tuturnya.
Keduanya berharap kesempatan seperti ini dapat terus diberikan kepada mahasiswa Indonesia khususnya UGM untuk memperkuat jejaring riset dan meningkatkan daya saing akademik di tingkat global.

