Visi Misi, Tujuan, dan Sasaran

Visi Program Studi

Menjadi program S2 Fisika yang unggul secara nasional dan dikenal baik secara internasional dalam berbagai aspek kegiatan akademik, serta menghasilkan lulusan S2 Fisika yang kompeten dan berkualitas serta dapat dibanggakan di tingkat nasional dan diakui di tingkat internasional.

Misi Program Studi

  1. Menyelenggarakan proses pembelajaran berkualitas dalam bidang-bidang dasar Fisika, yaitu Mekanika Klasik, Mekanika Kuantum, dan Elektrodinamika, yang dapat memberikan dasar pemahaman Fisika yang mendalam bagi pengkajian cabang-cabang Fisika Lanjut.
  2. Menyelenggarakan proses pembelajaran berkualitas dalam berbagai bidang Fisika Lanjut yang dapat menyiapkan mahasiswa untuk melakukan penelitian Fisika secara mandiri.
  3. Menyelenggarakan proses pembimbingan dan pendampingan dalam penelitian untuk menyiapkan mahasiswa agar dapat melakukan kegiatan penelitian Fisika yang berkualitas.

Tujuan Program Studi

Menghasilkan lulusan master Fisika yang memiliki kompetensi sebagai berikut:

  1. Menguasai bidang-bidang kajian dasar Fisika yang meliputi Elektrodinamika, Mekanika Kuantum, dan Mekanika Klasik; yang memungkinkannya untuk memperluas dan/atau memperdalam suatu bidang kajian Fisika Lanjut.
  2. Menguasai secara mendalam salah satu disiplin ilmu Fisika sehingga mampu menghasilkan karya yang inovatif dan teruji.
  3. Mampu menyelesaikan permasalahan kompleks dalam Fisika melalui pendekatan multidisiplin.
  4. Mampu merencanakan dan mengelola riset dengan baik sehingga dapat menghasilkan karya riset yang berpotensi untuk diaplikasikan dan layak dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi tingkat nasional ataupun internasional.

Sasaran

Untuk periode tahun 2017-2022 sasaran-sasaran dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan tujuan Program Studi S2 Fisika tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya pembelajaran berbasis riset baik fundamental maupun terapan. Pembelajaran berbasis riset bermakna bahwa (a) konten pembelajaran selalu terkait dengan perkembangan hasil-hasil riset atau memberi arah perkembangan riset bidang terkait, (b) mahasiswa terlibat dalam riset-riset yang dikerjakan oleh para dosen. Keterlibatan semacam itu diharapkan mampu memberi bekal serta melatih mahasiswa untuk dapat memecahkan permasalahan yang akan dihadapi dalam dunia nyata di masyarakat maupun untuk mempersiapkan mereka untuk bekerja sebagai akademisi dan peneliti.
  2. Peningkatan reputasi internasional dalam bidang akademik. Reputasi internasional terkait dengan pengakuan oleh dunia internasional. Reputasi internasional dalam bidang pendidikan berarti pengakuan dunia internasional terhadap lulusan kita atau dijadikannya program studi kita oleh masyarakat internasional sebagai pilihan dalam melanjutkan pendidikan. Reputasi internasional juga dapat dilihat dari meningkatnya publikasi bereputasi Internasional yang dihasilkan mahasiswa dan ikut memberi warna bagi perkembangan riset yang ada.
  3. Peningkatan kerjasama internasional. Peningkatan jejaring kerjasama internasional terkait sangat erat dengan peningkatan reputasi internasional, yakni saling mendukung satu dengan yang lain. Terjalinnya kerjasama internasional dapat dipandang sebagai pengkauan atas reputasi internasional institusi dan, sebaliknya, adanya kerjasama internasional dapat meningkatkan reputasi internasional.

Strategi Pencapaian Sasaran

1. Terwujudnya pembelajaran berbasis riset baik fundamental maupun terapan.

Strategi untuk mencapai sasaran ini adalah:

  • Menerapkan pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning).
  • Mewujudkan atmosfer pembelajaran berbasis riset, dengan mengadakan seminar, studi banding, focus group discussion, dan lain sebagainya.

2. Peningkatan reputasi internasional dalam bidang akademik.

Strategi untuk mencapai sasaran ini adalah:

  • Meningkatkan publikasi ilmiah mahasiswa di jurnal tingkat nasional dan internasional.
  • Meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah berupa seminar tingkat nasional dan internasional.

3. Peningkatan kerjasama internasional.

Strategi untuk mencapai sasaran ini adalah:

  • Menyelenggarakan program double degree dengan universitas luar negeri yang bereputasi Internasional.
  • Menyelenggarakan program pertukaran mahasiswa dengan universitas luar negeri yang bereputasi Internasional.
  • Menyelenggarakan program visiting scholar.

 

Program S2 Ilmu Fisika menyelenggarakan 3(tiga) Subprogram/Bidang Minat, yaitu Bidang Minat Fisika Teori (Theoretical Physics), Bidang Minat Fisika Eksperimen (Experimental Physics), dan Bidang Minat Fisika Terapan (Applied Physics) dalam waktu 2 (dua) tahun atau 4 (empat) semester dengan beban kredit minimum 40 sks dan maksimum 50 sks untuk memperoleh derajat magister.

Ketiga Bidang Minat menawarkan sejumlah topik kajian fisika (Tabel 1) berdasarkan spektrum minat dan kegiatan penelitian staf dosen pasca sarjana yang ada di Jurusan Fisika FMIPA UGM.

Seperti tampak dalam bagan Gambar 1

Bagan struktur kurikulum Program S2 Ilmu Fisika FMIPA UGM

sebelum diperkenankan memilih salah satu dari 3 (tiga) Bidang Minat, semua peserta Program S2 Ilmu Fisika terlebih dahulu diwajibkan menyelesaikan beban studi dalam kurikulum inti (core curriculum) sebesar 11 sks yang terdiri dari 4 (empat) Matakuliah Wajib Program. Selanjutnya setiap peserta Program S2 dapat memilih salah satu Bidang Minat dan untuk tiap pilihan Bidang Minat peserta S2 diwajibkan menempuh sejumlah Matakuliah Wajib Bidang Minat (yaitu 9 sks untuk Bidang Minat Fisika Teori, 8 sks untuk Bidang Minat Fisika Eksperimen, dan 6 sks untuk Bidang Minat Fisika Terapan). Sisa beban sks Program S2 (untuk menggenapi jumlah minimum 40 sks) dapat secara leluasa dialokasikan untuk mengambil sejumlah matakuliah pilihan yang ditawarkan secara bersama oleh ketiga Bidang Minat. Sebagai bagian akhir dari studinya, setiap peserta S2 diwajibkan menyelesaikan Tesis S2 (8 sks) yang berkaitan dengan topik kajian dalam Bidang Minat yang telah dipilihnya.

Maksud dari kewajiban menyelesaikan 4 (empat) Matakuliah Wajib Program di atas adalah agar setiap peserta Program S2 Ilmu Fisika memperoleh landasan dasar yang mantap untuk memahami dan mengembangkan ataupun mengajarkan fisika secara umum. Selanjutnya, penawaran sejumlah Matakuliah Wajib Minat dan beberapa matakuliah pilihan secara bersama oleh ketiga Bidang Minat adalah untuk: (i) pembekalan keilmuan para peserta dalam penyelesaian tesis S2, (ii) pendalaman beberapa bidang kajian khusus atau perluasan serta pemantapan dasar keilmuan mereka dalam rangka menyalurkan minat yang dimaksud, dan (iii) optimalisasi sumber daya yang tersedia di Program S2 Ilmu Fisika melalui sinergi dan resource sharing antar staf dosen Jurusan Fisika FMIPA UGM. Dengan kata lain, jenis matakuliah dalam ketiga Bidang Minat tersebut mencerminkan sarana penunjang yang tersedia serta minat tenaga pengajar yang ada di Jurusan Fisika FMIPA UGM

Kegiatan Penelitian Kecil dalam Fisika (2 sks) dan Seminar Fisika (1 sks) dalam daftar Matakuliah Pilihan Bersama disediakan untuk mengarahkan kegiatan kajian khusus sesuai dengan Bidang Minat yang dipilih peserta dalam rangka mengembangkan kemampuan dan pengalaman mereka, baik dalam kegiatan studi mandiri dan/atau kelompok maupun dalam mengkomunikasikan hasilnya secara ilmiah. Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut akan dilakukan oleh staf dosen atau grup riset dalam Bidang Minat tertentu. Para peserta Program S2 Ilmu Fisika amat disarankan mengikuti kegiatan penelitian kecil dan seminar tersebut.

TES DAN KULIAH DEFISIENSI

Setelah diterima resmi oleh Sekolah Pasca Sarjana UGM sebagai mahasiswa S2 Ilmu Fisika, semua peserta diwajibkan mengikuti tes defisiensi untuk menilai bekal akademik yang bersangkutan untuk mengikuti Program S2, dengan materi tes defisiensi seperti ditunjukkan dalam Tabel 2. Bila dari hasil tes tersebut dipandang masih defisien dalam beberapa materi tes tadi, maka peserta yang bersangkutan diwajibkan menempuh beberapa matakuliah defisiensi/matrikulasi (hingga maksimum berjumlah 18 sks) sebagai prasyarat menempuh matakuliah S2 Ilmu Fisika terkait. Pelaksanaan kuliah defisiensi dilakukan dalam 2 (dua) semester, yaitu selama 2 (dua) bulan untuk tiap semester (Tabel 3). Jumlah sks kuliah defisiensi tidak diperhitungkan sebagai bagian dari 40 sks yang merupakan beban studi minimal. Hasil evaluasi akhir kuliah defisiensi adalah peserta S2 akan dinyatakan lulus atau tidak lulus. Bagi yang tidak lulus akan diberikan kesempatan inhal oleh Pengelola S2 Ilmu Fisika. Biaya kuliah defisiensi per SKS ditanggung oleh peserta Program S2 sendiri.

CARA PENDAFTARAN
A.Syarat Pelamaran

Syarat calon yang dapat diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana (S2) Ilmu Fisika UGM ialah sebagai berikut :

  1. Pemegang ijazah Sarjana (S1) Fisika, Pendidikan Fisika, Teknik Fisika dan Jurusan lainnya yang terkait dengan bidang minat khusus yang ada.
  2. Calon peserta diwajibkan mengikuti tes defisiensi untuk menilai bekal akademiknya (Tabel 2). Bila dari hasil tes tersebut dipandang masih defisiensi dalam beberapa matakuliah dasar pada peringkat S1, maka peserta yang bersangkutan diwajibkan menempuh kuliah defisiensi maksimum berjumlah 18 sks (Tabel 3)
  3. Mendapatkan rekomendasi dari dua dosen Program S1, sedapat mungkin dosen Pembimbing Akademik atau Tugas Akhir/Skripsi S1. Apabila tidak mungkin, rekomendasi dapat diberikan oleh orang lain yang dianggap berwewenang
  4. Mengajukan proyeksi keinginan yang antara lain berisi :
  5. Alasan mengikuti pendidikan S2 dan program yang dipilih
  6. Harapan yang diinginkan dari pendidikan S2
  7. Rencana yang akan dilakukan setelah menyelesaikan program S2
  8. Berbadan sehat dengan bukti surat keterangan kesehatan dari Dokter
  9. Peserta yang sudah bekerja pada suatu instansi perlu melampirkan surat izin dari instansinya dengan persyaratan bahwa yang bersangkutan akan dibebaskan dari semua tugas pokok apabila nanti diterima sebagai peserta program S2

B. Prosedur Pelamaran

Tata cara dan syarat-syarat yang harus dilengkapi bisa dilihat di http://daa.ugm.ac.id/daftar

C. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran pelamar pada tiap tahun akademik dimulai pada bulan Desember dan diakhiri pertengahan bulan April bagi yang mengajukan beasiswa BPPS atau akhir Juni bagi yang tidak mengajukan beasiswa (beaya sendiri/instansi)

D. Seleksi Pelamar

Seleksi dilakukan oleh suatu Tim yang terdiri dari Penanggungjawab Program S2 sebagai Ketua dan beberapa orang anggota. Kriteria seleksi meliputi :

  1. Kemampuan akademik
  2. Kelengkapan persyaratan yang telah ditentukan
  3. Kesesuaian proyeksi keinginan studi dengan latar belakang pendidikan
  4. Kapasitas tempat yang tersedia

 

F. Kalender Akademik

Kegiatan perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya untuk semester gasal dimulai awal September sampai akhir Januari. Untuk semeser genap dimulai awal Februari sampai akhir Juli

BIAYA PENDIDIKAN

Para Mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana Program (S2) diwajibkan membayar biaya pendidikan, biaya praktikum dan biaya penelitian. Pelamar yang berasal dari Departemen Pendidikan Nasional dan ingin memperoleh bantuan keuangan dari BPPS, diwajibkan mengisi formulir lamaran yang tersedia di setiap Universitas Negeri.Biaya pendidikan bagi peserta dengan biaya sendiri atau dari instansi ditetapkan sebesar Rp. 4.500.000,- setiap semester


SEKRETARIAT Jurusan Fisika FMIPA UGM
Sekip Utara Yogyakarta Telp/Fax: (0274) 545185